Social Icons

Pages

Kamis, 21 Februari 2013

Sisi Lain SNMPTNku

Kebetulan kemarin saya baru hangout dengan teman-teman seperjuangan, jadi saya terilhami untuk menulis cerita kami di blog. Ini adalah sebuah kisah perjalanan yang mengesankan  mengiringi perjuangan menghadapi SNMPTN 2012. Sebelum mengikuti tes SNMPTN, Saya, Ragil dan Irwan sudah mengalami kegagalan di 2 Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK), yaitu AMG (Akademi Meteorologi dan Geofisika) dan STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Statistik). Saya pernah share ceritanya di kaskus, ini linknya : (Share pengalaman masuk universitas).

Tapi di sini saya ingin menceritakan sisi lain dari perjalanan kami, yaitu dari segi kegokilan yang kami alami. Karena saya suka angka 7, Saya hanya akan menulis 7 kegokilan saja, sisanya biarlah hanya kami dan Tuhan yang tahu. Banyak kejadian lucu waktu itu, maklum perjalanan ini merupakan pertama kalinya kami nggelandang di Semarang tanpa di dampingi orang yang sudah paham daerah sini. Saya memang sudah cek lokasi tes dan mencarikan tempat untuk menginap (waktu itu bersama keluarga) sebelum kami ke Semarang, karena itulah saya yang bertanggung jawab dengan kelancaran agenda sakral kami ini.


Dengan semangat yang berkobar, kami (Saya, Ragil, Irwan, Ari, Noto dan Bapaknya Noto yang kebetulan ada tugas kerja ke luar kota) berangkat ke Semarang naik kereta untuk mengikuti tes SNMPTN. Harapan dan doa mengiringi kepergian kami. Sesampainya di Semarang, Irwan berpisah dengan kami. Dia ikut teman kami, Miftah untuk menginap di rumah tantenya. Akhirnya kami ber- 5 (minus Irwan) melanjutkan perjalanan naik mobil omprengan dari stasiun ke tempat kami akan menginap. Kami menginap di kos-kosan belakang gedung UNISBANK (daerah Mugas).



Lokasi kos kami lumayan dekat dengan lokasi tes SNMPTN yang berada di Jalan Pandanaran. Saya, Ragil, Noto dan Ari sama-sama dari kelas IPA dan kita berada di kelas yang sama saat kelas XII, yaitu XII IPA 2. Kami berempat mengambil pilihan IPC, sekalian mencoba keberuntungan kami di prodinya IPS.hehe..



Saya dan Ragil mendapatkan tempat tes di SMK 4 Semarang, sedangkan Noto dan Ari tempat tesnya di SMA 1 Semarang. Lokasi yang sangat berdekatan. Cerita lucupun dimulai :



(1) Noto : Tips Nyari Makan Murah


Berhubung kami anak baru di kota asing ini, maunya sih nyari makan yang enak dan murah. Noto mencoba menerapkan tipsnya : cari warung yang kumuh. Maksud dari kata kumuh yaitu tempat makan yang sederhana dan tempatnya tidak terlalu bagus dengan asumsi makanannnya murah (dan semoga enak).

“Golet tempat sing kumuh, eben murah”
Artinya : Cari tempat yang kumuh, biar murah.


**Noto adalah teman saya sejak SMP, kami sama-sama dari SMP 2 Tegal. Sejak masih SMP, Noto adalah anak yang lucu dan pinter ngelawak. Guru killer di SMP pernah dia bikin ketawa. Haha.. :D**


Teman-teman pun setuju. Kami berempat (Saya, Ragil, Ari dan Noto) keluar kosan dan mencari tempat makan. Sambil bersenda gurau, beberapa warung makan kami lewati karena tampilannya yang menurut Noto mewah. Wkwkwkwk...


“Not, nang kene bae lah not kan kumuh not...”, kata Ari pelan-pelan sambil menunjuk sebuah warung makan. (Artinya : Not, disini saja lah kan kumuh not...)

Noto menjawab, “Aja, kiye mewah bol...” (Artinya : Jangan, di sini terlalu bagus tau...)
Saya dan Ragil juga ikut memberikan saran, tapi saran kami ditolak juga. Dasar aneh si Noto, Wkwkwk...

Akhirnya, karena perut yang lapar dan ada warung yang masuk ke kategorinya si Noto, kamipun makan di warung itu. Sekilas di dalam hanya terlihat bungkus-bungkus mie instan dan gorengan.

“Mau makan apa mas?” Si mbak pemilik warung bertanya.
“Ada apa aja mbak?” Saya bertanya balik.
“Ada mie, sama gorengan atau mau bakso sama soto juga ada.”
“Pan pesen apa?” Ragil bertanya kepada kami.

Setelah melalui perundingan yang memakan waktu cukup lama karena saling lempar-lemparan, akhirnya kami berempat memilih menu yang sama, yaitu soto. Kami terkejut ketika melihat mbak-mbaknya malah ke luar dari warungnya dan menuju ke warung lain yang menurut Noto tadi tidak termasuk kategori kumuh.

Wah, sial kami tertipu. Mending tadi langsung beli di warung yang jual soto saja. Kamipun membayar dengan harga yang mungkin lebih mahal karena sotonya didatangkan dari warung lain. Wkwkwk...

Kesimpulan : Jangan melihat sesuatu dari covernya.



(2) Salah Kiblat

Berada di daerah baru yang arah bangunannya tidak beraturan tentu membuat kami bingung menentukan arah kiblat untuk sholat di kamar kos. Pedoman kami hanya musholla yang kami jumpai saat menuju kosan dari luar gang. Biasanya ketika kita masuk pintu musholla atau masjid “berbanding lurus” (bahasa fisikanya keluar noh...) dengan arah kiblat. Gak pernah kan lihat masjid atau musholla yang sholatnya menghadap ke arah luar atau ke pintu gerbang masuk utama. Biasanya kan orang sholat membelakangi pintu masuk utama. Paham kan?

Jelas... Ini adalah pedoman yang sesat dan salah, karena kira perlu masuk untuk membuktikan. Satu hari lebih kami sholat tapi salah kiblat. Hal ini kami sadari ketika Irwan, teman kami yang religius bergabung bersama kami (tadinya dia ikut Miftah) mengajak untuk sholat berjamaah di musholla dekat kos. Dan ternyata...

Arah kiblatnya itu bukan selurusan ketika kita masuk musholla. Penjelasannya begini, ketika kita masuk dari pintu utama (pintu depan) musholla, ternyata arah sajadah dan karpetnya menghadap ke arah kiri dari kita. Astaghfirullah...



(3) Pak Satpam : "Mau ngapain mas!"

Malam hari, kami jalan-jalan ke luar kosan sekalian melihat tempat tes yang ada di SMK 4 dan SMA 1 yang akan kami pakai esok harinya. Meskipun sekolah tempat tesnya sama, tapi ruang kelas yang akan kami pakai masing-masing berbeda. Mulai dari Ragil, dia dapat kelas yang letaknya di tengah sekolah. Kemudian Saya, kelas saya dicari-cari susah ketemunya. Padahal saat itu di sekolah SMK 4 sedang ada renovasi dan mulai dari bagian tengah ke belakang sekolah tidak ada penerangan lampu, mana sekolahnya gede banget lagi. Oh iya, struktur tanahnya juga tidak rata. Jadi harus naik turun, ruang kelas yang di paling belakang paling tinggi di antara bangunan yang lain di sekolah itu padahal gak tingkat.

Setelah ngubek-ngubek isi sekolah yang rumit, serta dengan rasa takut (sori ya, Saya sih gak takut) akhirnya kami bertemu dengan sosok mirip manusia di kegelapan. Ya, benar dia memang manusia juga yang juga sedang mencari tempat tesnya.

Ternyata tempat tes saya berada di tempat terpojok dan tergelap di sudut sekolah yang sangat luas ini.

“Yuh, balik bae yuh. Tempat tesnya Arga adoh nemen. Mengko ana sing ora-ora keh, peteng nemen maning.” (Artinya : Yuk, pulang aja yuk. Tempat tesnya Arga jauh banget. Ntar ada yang enggak-enggak nih, gelap banget lagi.)
“Iya, gampang wis lah. Ntar berangkat pagi-pagi aja, gampang tanya-tanya ke orang.”

Gak tau siapa yang mulai, kami akhirnya berlarian ke luar sekolah yang gelap gulita itu.

Kemudian, giliran tempat tesnya Noto dan Ari yang ada di SMA 1 Semarang. Awal-awal kami memasuki gerbang, kami ditegur oleh satpam. Kirain gak boleh masuk, eh ternyata...

“Mas, mau ngecek lokasi atau mau main?!”

Waduh... Ternyata Pak Satpam menegur Noto yang pake celana pendek. Kami baru sadar, akhirnya kami dan Pak Satpam tertawa. Dengan mudah, lokasi tes Noto dan Ari kami temukan hanya dalam beberapa menit menjelajah sekolah elite itu.



(4) Mulas...

Makanan di Tegal terkenal dengan rasanya yang pedas. Begitupun kami, kami sangat menyukai masakan yang pedas-pedas. Tapi perut saya tidak bisa diajak kompromi kalau kebanyakan makan pedas.

Begini kronologis kejadiannya : Tengah malam sebelum tes SNMPTN kami membeli ayam penyet di dekat gang kos-kosan tempat kami menginap untuk di bungkus dan di makan besok pagi-pagi. Hal ini untuk mensiasati kalau pagi-pagi tidak ada warung makan yang buka. Bisa berabe, ujian dari pagi sampai siang tapi perut belum diisi.

Gilanya, saya makan ayam beserta sambal-sambalnya. Padahal makan malam kami, menunya sama : Ayam penyet juga! Pagi-pagi setelah sarapan dan mandi, perut tiba-tiba mulas. Dalam perjalanan menuju tempat tes, saya berjalan sambil menahan mulas.

Parahnya lagi, sampai di sekolah tempat tespun masih terasa. Dan akhirnya, saya ke toilet. Betapa terkejutnya, di toiletnya gak ada gayung (alat untuk mengambil air), adanya kaleng cet bekas. Mungkin karena lagi direnovasi kali yah...

Hari pertama tes diwarnai dengan rasa mulas sambil mengerjakan soal. Peserta ujian yang lain saja pada mengeluh karena soalnya susah (katanya sih). Apalagi saya yang sambil nahan sakit perut ini. Haha..

Saya juga ingat, mungkin ini jalan dari Allah untuk menunjukkan bahwa saya sebaiknya betul-betul pindah jalur dari IPA ke IPS. Di tengah-tengah mengerjakan soal saat mengerjakan soal IPA, petugas yang menyuruh mengisi tanda tangan lembar jawaban, secara tidak sengaja menjatuhkan pulpen di bagian yang untuk mengisi jawaban yang berakibat ada coretan pulpen di lembar jawaban komputer. Saya baru sadar beberapa saat sebelum waktu habis, ya sudahlah. Pasrah saja...

Padahal saya sudah ikut les di 2 di bimbel ne*tron dan les privat 1 minggu di bimbel G*S.



(5) Ga.. Ampun Ga..

Setiap habis makan, kami selalu berkumpul di dalam satu kamar untuk belajar bersama (kami menyewa 2 kamar). Awalnya sih, kami serius dan konsentrasi belajar dan saling membantu jika ada soal yang jawabannya sulit. Tapi tetangga kamar kami, menonton acara OVJ di TV dengan volume yang sangat keras dan mengganggu.

Karena tidak bisa konsentrasi, kami membuat kegaduhan. Mulanya Ragil ijin ke belakang untuk buang air. Kemudian kami mengunci pintu kamar tempat kami berkumpul, dan kemudian mematikan lampu kamar. Suasana di dalam kamar pun dibuat hening tanpa suara.

Begitu Ragil datang, kegaduhan dimulai. Ragil menggedor-gedor pintu ingin masuk. Tapi kami di dalam malah bercanda. Gak tau dapet ide darimana, Ragil, melemparkan sandal-sandal dan sepatu yang ada di luar kedalam melalui jendela nako yang bisa dibuka dari luar. Kamar ini cukup luas untuk ukuran kosan, berukuran 3x6 meter dengan hanya berisi 2 tempat tidur dan almari (tidak ada barang berharga seperti TV di sini)

Saya, Noto, dan Ari saling mencari tempat yang aman agar tidak terkena lemparan maut dari Ragil. Sumpah, suasananya gaduh banget...

Saya sempat hampir kena sandal, sandal itu melayang tepat di atas kepala saya sewaktu saya jongkok. Saya merasakan anginnya saja. Wkwkwk...

Kami saling mencari tempat perlindungan, bisa di balik almari atau berlindung pakai bantal dan selimut, serta berlindung tepat di balik pintu.

Setelah sekian lama, kamipun menyerah dan Ragil akhirnya bisa masuk. Kejadian ini terus terulang ketika salah satu dari kami pamit ke belakang. Noto korban selanjutnya, dan puncaknya adalah ketika saya yang jadi korban.

Saya melakukan aksi yang sama seperti yang dilakukan oleh Ragil dan Noto. Sampai-sampai sepatu dan sandal kami yang berada di kamar satunya saya ambil dan saya lempar. Sori fren, amunisi saya lebih banyak, Hahahah...

Di dalam kamar yang gelap itu, terdengar sangat gaduh suara mereka berlarian kesana kemari. Akhirnya amunisi habis, tapi pintunya belum dibuka juga. Sayapun menyerah dan ke kamar samping yang tidak dikunci (kamar ini juga kami sewa, kami menyewa 2 kamar). Kebetulan ada buku SNMPTN yang tertinggal, jadi Saya baca-baca di kamar ini...

Tapi anehnya, di tempat Ari, Ragil, dan Noto berada masih terdengar suara gaduh dan suara benda berjatuhan. Samar-samar terdengar :

“Ampun Ga... Ampun... “
“Uwis Ga... Uwis...” (Artinya : Sudah Ga... Sudah...)
“Ga, Lara Ga... Lara...” (Artinya : Ga, Sakit Ga... Sakit...)

Saya kembali ke kamar mereka dan pintu pun sudah terbuka dan lampunya menyala. Aneh...

Ternyata sewaktu saya ada di kamar sebelah, mereka saling lempar-lemparan. Karena gelap, maka mereka tidak tahu posisi dan asal melempar sepatu dan sandal yang ada di dalam kamar tanpa melihat. Jadilah mereka asal melempar dan saling mengincar. Apalagi ditambah dengan misi balas dendamnya Ragil dan Noto terhadap Ari yang belum jadi korban.



(6) Tragedi Tugu Muda

Bukan ke Semarang namanya kalau belum ke Tugu Muda. Jam 11 malam dengan menggunakan taxi, kami berempat refreshing di Tugu Muda. Suasana yang ramai, banyak anak-anak ABG yang lagi pacaran di sini, bikin iri aja. Bahkan ada banyak pejuang SNMPTN yang menghabiskan malam di sini setelah berjuang di medan pertempuran SNMPTN.

Kami eksis foto-foto dan tiduran di atas rumput yang ada di dekat Tugu Muda. Banyak juga orang-orang yang melakukan hal serupa. Dipinggir kolam air berbentuk melingkar  yang ada di Tugu Muda kami mengobrol masalah cita-cita kami dan apa yang akan kami lakukan setelah tes ini. Ragil saat itu penasaran dengan air yang ada di kolam itu.

Dia ingin tau apakah airnya dingin atau hangat. Aneh juga ini orang.hehe... Akhirnya, Ragil menyelupkan jarinya ke dalam kolam itu dan ternyata suhu airnya biasa saja katanya.

Tiba-tiba mata Saya tertuju ke arah dimana ada suara orang tertawa. Saya melempar pandangan mata yang agak jauh, ternyata di pinggir kolam letaknya kira-kira 110 derajat (Tugu sebagai pusat koordinat) dari lokasi kami duduk ada sebuah pemandangan unik.

Kenapa unik? Karena di situ ada anak kecil yang sedang buang hajat ke dalam kolam air yang ada di Tugu Muda. Dan sepertinya anak kecil itu sudah lama buang hajat di situ. Ragilpun menyadarinya dan Dia sangat shock.



(7) Gagal ke Lawang Sewu

Ini cerita paling terakhir yang akan Saya posting. Sebenarnya ada banyak cerita lucu, tapi tidak semuanya Saya tulis karena menyangkut privasi dan capek lah nulis sebanyak ini. Saya bukan bang Raditya Dika yang memang punya bakat menulis di blog.hehe...

Lawang Sewu, nama tempat yang selama ini hanya bisa kami lihat di televisi. Kami sudah lama ingin mengunjungi tempat bersejarah ini. Kami berempat bolak-balik berkali-kali dari Mugas kira-kira 15 ribu naik taxi sekali jalan. Dan ternyata sudah tutup. Mungkin ada 5 kali kami bolak-balik ke Lawang Sewu ini.

Akhirnya kami hanya bisa foto-foto di pagarnya saja. Walaupun berada di pinggir jalan raya (apalagi dekat lampu merah), kami tidak malu. Karena yang penting di fotonya, bangunan lawang sewu kelihatan dari dekat. Wkwkwk...

Dulu, saat tes STIS di Gor Jatidiri waktu kami sangat mepet dan gak sempat muter2,  Sedangkan saat saya cari kosan buat tes SNMPTN bersama keluarga, saya gak sempat ke Lawang Sewu. Saya cuma sempat mampir ke mall yang ada di simpang lima. Sampai postingan ini terbit di blog, saya belum pernah ke Lawang Sewu meskipun sudah sering muter-muter sekitar Semarang.



******
Hasil dari perjuangan ini adalah, kami berempat (Saya, Ragil, Noto dan Ari) tidak diterima di jalur SNMPTN tulis 2012. Sedangkan Irwan diterima tapi di jurusan yang sebenarnya tidak dia inginkan. Saya dan Irwan akhirnya bisa diterima di UNNES lewat jalur SPMU. Sebuah pelajaran berharga, tidak selamanya perjalanan hidup akan semulus pahanya personil SNSD, terkadang perjalanan hidup penuh rintangan seperti jalan pantura Tegal - Pemalang. Hahahahaha :D


Sekarang kami berlima sudah di jalan kami masing-masing :

Saya : Kuliah di UNNES prodi Pendidikan Akuntansi.
Ragil : Kuliah di UNDIP prodi Matematika (murni).
Irwan : Kuliah di UNNES prodi Pendidikan Matematika.
Ari : Akan kuliah tahun depan di UNDIP atau UNNES. Aamiin..
Noto : Kuliah di LP3i Tegal jurusan Manajemen

#Semoga kami jadi orang sukses dunia akhirat.
Aamiin... :D

Baca Selengkapnya...

Kamis, 14 Februari 2013

Gagal Nonton UCL (UEFA Champions League)

Laga Manchester United Vs. Real Madrid tadi pagi adalah pertandingan yang paling ditunggu-tunggu para pecinta sepak bola di jagat ini. Sebagai fans MUFC saya juga tidak mau ketinggalan untuk ikut menyaksikan pertandingan ini yang ditayangkan 14 Februari 2013 LIVE di S*TV (Kick – Off 02.45 WIB).

Setelah dibangunkan oleh suara alarm, saya bergegas ke ruang keluarga dan menyalakan TV. Saya sangat terkejut dengan apa yang saya lihat.

What? S*TV masa nyiarin M*C musik? TV kabelnya gimana sih? Saya langsung menghubungi teman-teman dan kakak saya. Ternyata pertandingan sudah mulai dan Welbeck sudah mencetak gol. Pasti seru nih pertandingannya. Ganti ke Start Sport malah bukan siaran bola.

Karena saking kepenginnya untuk nonton, saya lepas 3 kabel dari Ind*visi*n yang terhubung ke TV dan menghubungkan kabel antena TV biasa ke TV. Kira-kira 30 menitan saya “ngutak-atik” TV pagi-pagi, tapi channel SCTV tidak tertangkap. Mau muter2 antena, tapi remote antenanya ilang. Masa mau naek genteng pagi-pagi buta gini cuma buat muter antena?

Berikut bukti yang berhasil saya ambil :

Saya baru ingat, kalau HP Android bisa untuk streaming TV. Langsung saya download aplikasinya di Play Store, tapi semuanya tidak ada yang menayangkan S*TV dengan baik. Sudah 3 aplikasi yang saya download, tapi hasilnya sama saja ke 3 aplikasi tersebut stuck menayangkan gambar ini : 


Gambar ini diambil dari 3 aplikasi yang berbeda dengan menggunakan ScreenShot di HP.

Padahal untuk streaming TV yang lain semuanya bisa lancar. Seandainya saya punya HP China yang bisa buat nonton TV. Jam 4 pagi saya menyerah dan tidur lagi.
_______________________________________________________________________________
Jam 5 pagi saya dibangunkan oleh Ibu untuk Sholat subuh. Selesai sholat, buka internet dan liat hasil pertandingan dan skornya adalah 1-1.

Iseng-iseng search di google, ternyata banyak juga “korban” dari Ind*visi*n yang gak bisa nonton UCL dan S*TVnya di alihkan ke M*C musik. Banyak yang mengecam kejadian ini di situs-situs internet.

Bahkan ada yang mengusulkan untuk lapor ke KPI (Komisi Penyiaran Indonesia).
Gue sih angkat tangan, gak ikut-ikutan, hehe..
#piss..

Akhir kata, GGMU. Glory Glory Manchester United.

Baca Selengkapnya...

Rabu, 23 Januari 2013

Foto-foto Makrab P.AKT.C Part 1


Malam Keakraban P. AKT. C berlangsung tanggal 21-22 Januari 2012 di Villa Gedong Songo. Pagi itu, sekitar pukul delapan, kami berkumpul di PKM Joglo dan berangkat dengan menggunakan 3 bis mini. Beberapa teman panitia berangkat menggunakan sepeda motor. Perjalanan sangat menyenangkan ditemani dengan suara musik dangdut di dalam bis.

Walaupun aku ditunjuk sebagai salah satu panitianya, awalnya aku agak malas ikut makrab, karena tanggal 16 aku udah pulang ke Tegal dan akhirnya ke Semarang lagi tanggal 20 buat mengikuti makrab. Tapi akhirnya aku merasa senang dengan makrab ini. Kami jadi bisa saling mengenal satu sama lain dan semakin kompak. Aku berharap acara ini bisa diadakan lagi di tempat lain di sekitar Semarang.

Berikut ini foto-foto makrab yang aku dapatkan dari teman-teman :















































 

Baca Selengkapnya...

Kamis, 10 Januari 2013

Si Bohay, Malangnya Nasibmu

Mantap...
(7/1) Beberapa hari terakhir, sering ada bebek berkeliaran di area kosan LDR (Laskar Dian Ratna). Sepertinya sih bebek nyasar, tapi sugguh malang nasib itu bebek, nasibnya berakhir di tangan temen-temen kos (dibakar dan disantap rame-rame). Dasar koplak emang temen-temen ku yang satu ini. Ada-ada saja keisengan yang kita lakukan. Walaupun ikut serta dalam proses bakar-membakar, tapi aku tidak ikut menikmati “hidangan” si bohay bakar ini. Aku punya alasan tersendiri kenapa aku tidak ikut makan.

Kejadian ini berawal waktu maghrib, saat aku mau ke kamar mandi buat ngambil wudhu (sebelumnya, dari siang sampai sore aku tidur gara-gara pusing setelah mengerjakan soal semesteran mata kuliah Matematika Ekonomi dan Pengantar Akuntansi mungkin karena basic ku yang waktu SMA di jurusan IPA). Saat melangkah mendekati kamar mandi, tiba-tiba teman kos bilang,

“Ga, jangan masuk ke kamar mandi, ada si bohay lagi mandi, kalo nggak percaya, intip aja.”


Pikiran udah ngeres aja, masa disuruh cewe mandi sih. Tapi aku tidak melanjutkan langkah menuju kamar mandi dimana konon katanya ada si bohay lagi mandi. Langsung saja aku nyari kamar mandi lain yang kosong. Lagian belum jelas juga siapa itu si bohay. Mau ditaruh dimana nih muka, ntar juga bisa dapat yang halal tanpa perlu mengintip. Ckckck...

Misteri tentang siapa itu si bohay akhirnya terkuak, si bohay itu sebutan buat bebek yang sering nyasar di kos-kosan Dian Ratna. Temen-temen kos yang super koplak, mengurungnya di kamar mandi. Si bohay adalah bebek yang lumayan gede.

Jam 22.30 aku keluar dari kamar, niatnya sih mau cuci muka, gosok gigi, terus tidur, dan belajar mata kuliah Pengantar Bisnis jam 3 pagi nanti. Tapi ada yang bikin aku heran, teman-teman kos lagi pada nyiapin peralatan bakar-bakaran buat si bohay, bebek montok yang bernasib malang.

Sebagai teman yang baik, aku nggak jadi tidur. Aku ikut berpartisipasi melihat proses bakar-bakaran itu. Jadilah kami memulai ritual pembakaran si bohay. Maafkan kami si bohay...

Entah sejak kapan si bohay disembelih, sebelum aku keluar kamar, aku nonton OVJ di kamar sendirian sambil belajar. Jadi aku nggak tahu apa yang mereka lakukan terhadap si bohay. Jam 22.30 tadi si bohay sudah tidak berbulu dan sudah dimutilasi menjadi beberapa bagian. Bumbu-bumbu untuk bakar-bakaran pun sudah disiapkan.

Acara bakar-bakaran ini berlangsung sampai tengah malam. Dari aromanya, pasti si bohay bakar rasanya enak banget. Jadi ingat kalau di Tegal, hampir satu minggu sekali aku makan daging bebek “blengong” bersama keluarga di tempat makan lesehan. Tapi aku nggak beranu ikut menikmati dagingnya si bohay.

Baca Selengkapnya...

Sabtu, 27 Agustus 2011

Ada Band - Album Empati 2011 (Full Album Download)

ADA Band Meluncurkan Album "EMPATI" 2011 

Lounge Eden Planet Hollywood Jakarta, 27 Juli 2011 - "Empati adalah album yang spesial buat ADA Band. Di album ini, kami membuat banyak perubahan. Bukan perubahan yang tanggung. Ada beberapa elemen yang kami ubah secara drastis. Namun, jangan khawatir. Perubahan itu nggak sampai mengubah esensi dari ADA Band," ungkap Dika (bass), saat diminta berkomentar soal album studio terbaru band asal Jakarta ini.

Perubahan. Satu kata yang memang perlu dicermati dalam karya band yang saat ini diperkuat oleh Donnie Sibarani (vokal), Suriandika Satjadibrata (bas), Marshal Surya Rachman (gitar), dan Adhy Pratama (drum) ini.

Dibandingkan dengan album sebelumnya, Empati memang mengalami banyak perubahan. Dengan sudut pandang positif tentunya.

Album perdana yang dirilis di bawah naungan Universal Music Indonesia ini menawarkan banyak hal segar yang tidaK bisa didapatkan di album mereka sebelumnya. Yang paling terasa adalah energinya.

"Di album ini, kami menyajikan musik yang lebih "nge-rock". Karakter vokal Donnie pun terdengar lebih matang saat membawakan lagu-lagu di album ini. Satu hal yang sudah lama nggak terdengar di musik ADA Band," ucap Dika.

Basis murah senyum ini nggak berlebihan saat mengomentari musik mereka. Ada beberapa hal yang membuat musik ADA Band jadi berbeda. Dan yang utama adalah tidak ditemuinya lagi elemen piano dalam album ini. Peran piano di seksi ritem digantikan total oleh permainan gitar yang lebih padat dari Marshal. Membuat musik ADA Band terdengar lebih "Cowok: dari biasanya.

Hal ini langsung bisa didengarkan di barisan lagu yang mereka jadikan andalan di Empati. Termasuk lagu Sendiri, yang dipilih jadi single perdana.

Lagu Sendiri menjadi pilihan bersama ADA Band dan Universal Music Indoneisa karena memiliki melodi dan lirik yang sangat kuat. Musiknya pun masih tegas benang merahnya dengan lagu ADA Band sebelumnya. Didukung aransemen dan sound yang lebih modern, lagu ini diyakini bisa berperan sebagai jembatan bagi pendengar untuk memasuki episode baru ADA Band yang terdengar di singel-singel berikutnya.

"Melodinya tetap terdengar sederhana, romantis, enak di dengar & catchy. Bisa dibilang pop dengan jubah rock," kata Dika.

Penyampaian liriknya pun berubah. Nggak lagi mengumbar kata-kata puitis. Band ini memilih untuk tampil lebih lugas agar maksud mereka bisa lebih cepat dicerna. Namun, tidak lantas meninggalkan kesan romantis yang jadi kekuatan mereka.

Masuknya Adhy dalam formasi band ternyata memberikan pengaruh besar. Eks penggebuk drum Tipe-X ini memberikan warna yang b erb eda lewat gebukan drumnya. Selain itu, kontribusinya di proses penulisan lagu juga nggak b isa dipandang sebelah mata. "Dari 12 lagu yang ada di album ini, Adhy menyumbangkan empat buah lagu. Jumlah yang lumayan untuk seorang drummer. membuat warna dan tema lagu-lagu kami jadi lebih kaya dan segar," tandas Marshal.

Segar! Kata yang tepat untuk menggambarkan karya ADA Band di album ini. Mereka menawarkan banyak warna yang membuat pendengar tidak cepat bosan pada album ini.

Ada Izinkan, sebuah lagu bernuansa folk yang menampilkan permainan biola Hendri Lamiri. Ada Manusia Luar Biasa, single yang liriiknya mengajak pendengar untuk bekerja keras dan berani tampil. Dibalot dengan aransemen rock n'roll. Di lagu ini Dika, Marshal dan Adhy ikut bernyanyi. Lantas, ada juga Maunya Kamu, sebuah lagu yang menggabungkan unsur R&B, reggae, dan rock. Sehingga terdengar sangat dinamis dengan lirik yang lugas dan jenaka. Selain itu, band ini juga nggak ragu memasukkan unsur rap di lagu Hasrat lewat penampilan Ndeesaster di salah satu part lagu.

Satu hal yang perlu dicatat, di album ini ADA Band memutuskan untuk duduk langsung di kursi produser. mereka membuat berbagai eksperimen yang didukung penuh oleh Universal Msuic.

"Di album ini, kami berani keluar dari zona aman. Kami kembali berkomunikasi, dan menghasilkan lagu-lagu yang nggak terduga. Membuat kami jadi lebih pede dalam melangkah," ungkap Donnie.

Pede adalah modal penting dalam sebuah perubahan. Dan, untuk lebih menandakan bahwa ADA band telah memasuki sebuah episode baru dalam karirnya, perubahan pun mereka lakukan dalam proses penjudulan album.

"Di album ini, kami kembali menggunakan bahasa Indonesia sebagai judul album. Sebelumnya, kami selalu menggunakan bahasa Inggris untuk mengekspresikan isi album. Ini adalah upaya kami untuk menandakan bahwa kami nggak setengah-setengah berubah!" ucap Dika, serius.

Episode baru dari ADA Band sudah dibuka. Sebuah episode yang lebih jujur, lugas, dan segar. Yang dipersembahkan untuk kita, pecinta musik Indonesia.

Link Download

01. Ada Band - Kurang Makan Kurang Tidur.mp3
02. Ada Band - Lelah.mp3
03. Ada Band - Izinkan.mp3
04. Ada Band - Maunya Kamu.mp3
05. Ada Band - Sendiri.mp3
06. Ada Band - Hasrat.mp3
07. Ada Band - Sumpah Mati.mp3
08. Ada Band - Takkan Bisa.mp3
09. Ada Band - Idola.mp3
10. Ada Band - Menjadi Yang Terbaik.mp3
11. Ada Band - Penguasa Hatimu.mp3
12. Ada Band - Manusia Luar Bisa.mp3

FaceBook Page : ADA Indonesia
Twitter : @ADA_INDONESIA
#donnieADA, @dika_adaband @MarshalSR, @adhy_drum

Baca Selengkapnya...

Selasa, 25 Januari 2011

Corak Seni Rupa Mancanegara

Corak seni rupa murni di Mancanegara diawali dari lukisan dan karya-karya patung orang-orang premitif yang menggambarka tentang binatang dan manusia dalam bentuk sederhana. Berikutnya berkembang karya-karya yang bertemakan unsur keagamaan dan bercorak relegius. Pada zaman Renaissance para seniman mulai melukis wajah dan seluruh tubuh tanpa ada sesuatu makna agama.

(1) Corak seni rupa IndiaCorak seni rupa India merupakan pengaruh agama Hindu dan Budha yang menghasilkan patung-patung Budha, relief riwayat hidup sang Budha, relief pada bangunan kuil tentang ceritera Mahabharata dan Ramayana.




(2) Corak seni rupa Cina

Seni rupa tradisi Cina diawali dengan lukisan huruf dari tinta bak dan cat air transparan. Ciri-ciri lukisan lembut, halus, tipis, obyeknya umumnya pemandangan alam dan tokoh manusia dalam legenda.
(3) Corak seni
rupa Mesir Kuno

Seni rupa murni Mesir Kuno menghasilkan karya-karya berupa patung, relief dan lukisa. Patung yang dibuat pada zaman Mesir Kuno selalu dihubungkan dengan pembangunan tempat-tempat sacral. Biasanya patung Mesir merupakan tradisi pengulangan (stereotype) bentuk patung yang pernah dibuat.

Patung-patung Mesir mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1) Sikap: berjalan dengan sikap kaki kiri di depan, tangan menggenggam. Kalau duduk dengan sikap berlutut dan jongkok.
2) Model: raja-raja dan dewa-dewa, sedangkan rakyat jelata bentuknya dibedakan dengan jelas.

Seni relief Mesir mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1) Tema menceriterakan tentang raja-raja, dewa-dewa, dan kehidupan rakyat jelata.
2) Jenis relief Mesir berupa relief dalam dan relief rendah.
3) Sikap relief manusia menampakkan ciri-ciri seperti: mata tampak depan, muka kaku tampak samping (profile), badan tampak depan (en-face), kaki tampak samping dengan kaki kiri melangkah ke depan.

Seni lukis Mesir banyak ditemukan pada berkas-berkas papyrus, dinding-dinding kuburan, dan peti mati. Pada dasarnya seni lukis Mesir mempunyai motif-motif yang sama dengan seni relief, yaitu bentuk lukisan tidak memperhatikan perspektif antara yang jauh dengan yang dekat, maupun gelap terang. Warna-warnanya sederhana, seperti untuk warnai kulit laki-laki dipakai warna coklat kemerah-merahan, sedangkan untuk warna kulit wanita digunakan warna kuning. Warna pakaian digunakanwarna putih, warna perhiasan digunakan warna merah, biru, dan hijau.

(4) Corak seni rupa Yunani Kuno
Perkembangan seni rupa murni Yunani Kuno dimulai pada zaman Kreta berupa seni relief, seni lukis dan seni patung. Seni lukis zaman Kreta cenderung menggunakan teknik fresco yaitu pewarnaan lukisan pada dinding bangunan dalam keadaan basah. Sedangkan relief yang dikerjakan pada dinding bangunan dengan teknik pahatan (stucco). Seni lukis ditemukan di Knostos yang bercorak dekoratif. Diperkirakan pada zaman Kreta bangsa Yunani telah mahir membuat patung, hasil peninggalannya tidak ditemukan.
Seni patung: patung pada zaman Yunani Tengah memiliki dua corak yang berbeda. Corak tersebut adalah corak Ionia dan corak Doria.

Seni patung corak Ionia mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
a. Mewujudkan bentuk perempuan sebagai lambang Dewi.
b. Sikap duduk dan berdiri mengesankan gerakan.
c. Wajah tersenyum ramah.
d. bentuk lebih harmonis.

Seni patung corak Doria, ciri-cirinya sebagai berikut:
a. Mewujudkan bentuk laki-laki sebagai lambang Dewa.
b. Mengesankan sikap orang berjalan dengan kaki kiri melangkah ke depan.
c. Proporsi tidak realistis.
d. Wajah bulat dengan senyum angkuh dan bibir sedikit terbuka

Pada zaman gemilang, seni patung Yunani benar-benar mengalami puncaknya. Hal ini karena patung yang dibuat mempertimbangkan proporsi yang mendekati sempurna. Kemajuan seni patung Yunani dipelopori oleh 3 seniman yang hidup pada masa itu. Mereka itu adalah Phiedias, Myron, dan Polycletos. Ketiga pematung tersebut mampu menggabungkan langgam Doria yang tegar dengan langgam Ioania yang harmonis. Percampuran langgam tersebut, diberi sebutan Attis. Nama tersebut diambil dari nama tempat mereka berkarya yaitu Attica-Athena.
Keberadaan seni lukis Yunani hanya dapat diketahui dari literature-literatur Yunani Kuno. Hal ini disebabkan karya-karya lukisan Yunani musnah dan tidak ada peninggalannya sama sekali. Dari literature-literatur diketahui bahwa para seniman lukis Yunani pada zaman itu belum menguasai perspektif dan gelap terang (cahaya). Lukisannya bersifat dekoratif. Hal ini berawal dari lukisan jembangan pada zaman Kreta. Lukisan pada jembangan banyak menampilkan motif-motif kelautan, seperti rumput laut, ubur-ubur, ikan, karang, gelombang, dsb. Perkembangan berikutnya pada abad 10 SM muncul motif-motif geometris pada seni hias jembangan. Motif-motif lainnya berupa motif binatang, manusia yang ditampakkan dengan warna hitam pada jembangan tanah liat yang berwarna merah. Terdapat juga motif-motif kisah-kisah mitologi dan kepahlawanan.
Pelukis Yunani yang terkenal yang tercatat dalam literature Yunani Kuno adalah Polygnatos dan Apelles.

(5) Corak eni rupa Romawi

Pada karya seni patung Romawi kebanyakan merupakan penjiplakan dari seni patung Yunani. Namun oleh seniman Romawi bahannya diganti dari perunggu beralih ke bahan batu pualam. Seni patung Romawi dalam pembuatan patung-patung potret, namun unsur realisnya masih mengadopsi gaya Yunani.
Dalam Seni Relief Romawi banyak menampilkan ceritera peperangan bertema sejarah. Bentuknya tidaklah sebaik relief dari bangsa Yunani, terutama dalam perspektifnya.

Baca Selengkapnya...